MENSTRUASI pertama merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak perempuan yang sering kali memunculkan rasa bingung, cemas, hingga takut. Karena itu, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak memahami bahwa menstruasi adalah proses alami dan normal yang dialami setiap perempuan.
Dengan komunikasi yang terbuka, hangat, dan penuh dukungan, anak akan merasa lebih siap menghadapi perubahan pada tubuhnya tanpa rasa malu atau takut. Rasa percaya diri pun akhirnya bisa tetap terpupuk pada diri anak.

Dilansir dari UNICEF, berikut cara tepat mendampingi anak perempuan saat haid pertama agar lebih percaya diri
Orangtua sebaiknya mulai mengenalkan tentang pubertas dan menstruasi sejak anak memasuki usia sekolah dasar. Menstruasi umumnya terjadi pada usia 9 hingga 15 tahun, sehingga anak perlu memahami perubahan tubuhnya sebelum mengalami haid pertama.
Percakapan dapat dimulai secara sederhana dan santai. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari menganggap menstruasi sebagai sesuatu yang memalukan. Jelaskan bahwa menstruasi adalah tanda tubuh berkembang dengan sehat.
Ada berbagai produk yang dapat digunakan saat menstruasi, seperti pembalut sekali pakai, pembalut kain, tampon, dan cangkir menstruasi. Untuk anak yang baru mengalami menstruasi pertama, pembalut biasanya menjadi pilihan paling mudah digunakan.
Orangtua dapat membantu anak memahami cara memakai dan mengganti pembalut dengan benar. Bersikaplah terbuka dan positif saat menjelaskan agar anak merasa nyaman bertanya.
Pembalut sekali pakai sebaiknya diganti setiap 3 hingga 6 jam, tergantung banyaknya darah menstruasi. Sementara pembalut kain harus dicuci bersih menggunakan sabun dan air, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum digunakan kembali.
Menjaga kebersihan selama menstruasi sangat penting untuk mencegah infeksi. Anak perlu diajarkan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut, membersihkan area genital dengan benar, serta rutin mengganti pakaian dalam.
Orangtua juga perlu menekankan bahwa mandi saat menstruasi tetap aman dan justru membantu tubuh terasa lebih nyaman serta bersih.
Agar anak lebih siap menghadapi menstruasi pertama, orangtua dapat menyiapkan kantong perlengkapan menstruasi yang berisi pembalut, pakaian dalam cadangan, dan tisu untuk disimpan di tas sekolahnya.
Langkah sederhana ini dapat membantu anak merasa lebih tenang ketika menstruasi datang secara tiba-tiba di sekolah atau saat berada di luar rumah.
Masih banyak anak perempuan yang merasa malu membicarakan menstruasi karena stigma di lingkungan sekitar. Padahal, menstruasi adalah hal alami yang dialami perempuan. Orangtua dapat membantu anak memahami bahwa tidak ada yang perlu dipermalukan dari menstruasi.
Dukungan keluarga sangat penting untuk membangun rasa percaya diri anak. Dengan begitu, anak juga bisa menghilangkan stigma yang selama ini melekat pada menstruasi.

Ketika anak mengalami menstruasi pertama, usahakan tetap tenang dan tunjukkan sikap positif. Peluk anak, dengarkan perasaannya, dan yakinkan bahwa apa yang dialaminya adalah hal normal.
Orangtua juga dapat menyiapkan hal-hal sederhana yang membuat anak merasa nyaman. Di antaranya, makanan favorit, minuman hangat, atau kantong penghangat untuk membantu meredakan nyeri haid.
Saat menstruasi, anak tetap boleh bersekolah, bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas seperti biasa jika kondisinya memungkinkan. Jangan membatasi aktivitas anak hanya karena sedang menstruasi.
Sebaliknya, dorong anak untuk tetap aktif, cukup tidur, makan makanan bergizi, dan menjaga kesehatan mentalnya selama menstruasi.
Menstruasi bukan hanya percakapan satu kali. Orangtua perlu terus membuka ruang diskusi agar anak merasa aman untuk bertanya tentang tubuh, pubertas, dan kesehatannya.
Dengan komunikasi yang baik dan dukungan penuh dari keluarga, anak perempuan akan tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang tubuhnya serta lebih percaya diri menghadapi masa pubertas.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.