Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Bisa Meningkat

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 27 Mei 2026 |22:11 WIB
Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Bisa Meningkat
Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Bisa Meningkat (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kebiasaan bekerja pada malam hari ternyata tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu waktu istirahat, pola kerja shift malam disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga gangguan metabolik, terutama pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dokter sekaligus edukator kesehatan di platform X, dr. Adam Prabata, membagikan penjelasan mengenai dampak kerja shift malam terhadap kesehatan tubuh. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa pekerjaan dengan jadwal malam secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis.

“Kerja shift malam ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan metabolik,” tulis dr. Adam.

Ia menjelaskan, sebuah penelitian terhadap lebih dari 36 ribu penderita hipertensi menemukan bahwa orang yang bekerja shift malam sebanyak 1 hingga 10 kali per bulan memiliki risiko 14 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan gangguan metabolik dibandingkan mereka yang tidak bekerja malam.

Risiko tersebut meningkat menjadi 19 persen pada individu yang menjalani shift malam lebih dari 10 kali dalam sebulan.

Menurut dr. Adam, kondisi itu terjadi karena kerja malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yakni jam biologis alami yang mengatur siklus tidur, hormon, metabolisme, hingga tekanan darah.

“Kerja pada malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian, memengaruhi kualitas tidur, metabolisme glukosa, dan regulasi tekanan darah,” jelasnya.

Dampak Bekerja Malam

Ia menambahkan, dampak kesehatan tersebut bukan disebabkan oleh satu atau dua kali begadang, melainkan akibat pola kerja malam yang berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang.

Gangguan ritme sirkadian juga dapat membuat tubuh kesulitan mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah secara optimal. Jika berlangsung lama, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko diabetes melitus hingga penyakit jantung.

Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan dari warganet, khususnya para pekerja yang terbiasa menjalani shift malam. Sebagian mengaku mulai lebih memperhatikan pola tidur, asupan makanan, dan waktu istirahat demi menjaga kesehatan tubuh di tengah tuntutan pekerjaan.

“Wah gini dong dok, langsung kasih angkanya biar orang sadar. Kerja shift malam emang enak duitnya, tapi tubuh pelan-pelan yang kena,” tulis akun X @NalarTum***.

“Huaa, makanya sering doping vitamin dan sebisa mungkin jaga pola hidup. Bayangin habis dinas malam, besoknya lanjut pelatihan CT-Cardiac, menyala badanku,” tulis akun X @Pita****.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement