JAKARTA - Perubahan suasana hati atau mood pada perempuan sering kali dipengaruhi oleh perubahan hormon selama siklus menstruasi. Dalam satu bulan, tubuh perempuan mengalami beberapa fase hormonal yang memengaruhi kondisi fisik maupun emosional.
Siklus menstruasi sendiri merupakan proses alami tubuh untuk mempersiapkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Umumnya, siklus dihitung dari hari pertama menstruasi hingga sehari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.
Mengutip laman Better Health, rata-rata siklus menstruasi berlangsung sekitar 28 hari. Namun, setiap perempuan bisa memiliki durasi yang berbeda. Pada remaja, siklus bisa mencapai 45 hari, sedangkan perempuan usia 20 hingga 30 tahun biasanya memiliki siklus sekitar 21–38 hari.
1. Fase Menstruasi
Fase pertama adalah menstruasi atau haid. Pada tahap ini, lapisan dinding rahim meluruh dan keluar melalui vagina dalam bentuk darah menstruasi.
Darah haid terdiri dari darah, lendir, serta jaringan dari lapisan rahim. Rata-rata menstruasi berlangsung sekitar 3 hingga 7 hari.
Pada fase ini, sebagian perempuan bisa mengalami perubahan mood, mudah lelah, nyeri perut, hingga tubuh terasa kurang nyaman.
2. Fase Folikular
Fase folikular dimulai sejak hari pertama menstruasi dan biasanya berlangsung sekitar 13–14 hari.
Pada tahap ini, hormon dalam tubuh mulai meningkat untuk membantu penebalan lapisan rahim. Di saat yang sama, folikel di ovarium mulai berkembang sebagai tempat pematangan sel telur.
Biasanya hanya satu folikel yang akan berkembang sempurna dan menjadi sel telur matang.
3. Fase Ovulasi
Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur matang dari ovarium. Fase ini umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi berikutnya.
Pada masa ovulasi, peluang kehamilan berada pada titik tertinggi jika terjadi hubungan seksual tanpa pengaman.
Beberapa perempuan juga mengalami perubahan fisik saat ovulasi, seperti peningkatan gairah, lendir serviks lebih banyak, atau nyeri ringan di bagian perut.
4. Fase Luteal
Setelah ovulasi, sel telur bergerak menuju rahim melalui saluran tuba falopi. Pada fase ini, lapisan rahim semakin menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan.
Jika pembuahan tidak terjadi, kadar hormon akan menurun dan tubuh mulai bersiap kembali untuk menstruasi berikutnya.
Perubahan hormon pada fase luteal sering dikaitkan dengan PMS (premenstrual syndrome), seperti mudah marah, sensitif, cemas, hingga perubahan nafsu makan.
Periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut:
Memahami siklus menstruasi dapat membantu perempuan mengenali perubahan tubuh dan menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.