Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Buruk Terlalu Sering Nonton Konten Pornografi, Bikin Susah Konsentrasi

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |02:24 WIB
Dampak Buruk Terlalu Sering Nonton Konten Pornografi, Bikin Susah Konsentrasi
Dampak Buruk Terlalu Sering Nonton Konten Pornografi, Bikin Susah Konsentrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Terlalu sering mengonsumsi konten pornografi ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi hingga hubungan sosial seseorang. Hal tersebut diungkapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui unggahan di akun Instagram resminya.

Dalam unggahan tersebut, Kemenkes menjelaskan bahwa konsumsi pornografi secara berlebihan dapat memicu sejumlah dampak negatif secara psikologis. Berikut penjelasannya:

Dampak Buruk Pornografi

1. Memicu Kecanduan Ringan

Meski terlihat sepele dan dapat memicu rasa senang karena pelepasan dopamin di otak, pornografi bisa memunculkan kecanduan ringan. Otak akan menganggap pornografi sebagai cara cepat untuk menenangkan diri saat stres sehingga dorongan untuk terus mengaksesnya meningkat.

Kondisi ini membuat otak terbiasa dengan stimulasi instan sebagai pelarian dari tekanan. Akibatnya, seseorang bisa menjadi mudah bosan, sulit fokus, dan terus mencari stimulasi serupa untuk merasa tenang.

2. Hanya Menunda Stres, Bukan Menyelesaikan

Saat menonton konten pornografi, seseorang mungkin merasa stresnya berkurang untuk sementara waktu. Namun, menurut Kemenkes, hal itu sebenarnya hanya menunda rasa stres, bukan menyelesaikan akar masalahnya.

Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah, kehilangan kontrol diri, hingga terus-menerus bergantung pada pornografi sebagai pelarian dari tekanan emosional.

Tak jarang muncul perasaan dilema karena di satu sisi ingin berhenti, tetapi di sisi lain otak sudah terbiasa dengan stimulasi instan tersebut sehingga muncul dorongan untuk mengulanginya lagi.

3. Berdampak pada Relasi Sosial

Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi pornografi juga dapat memengaruhi hubungan sosial dan emosional seseorang.

Seseorang bisa menjadi kurang tertarik pada interaksi nyata, kesulitan membangun hubungan yang bermakna, hingga mengalami hambatan dalam koneksi emosional dengan orang lain.

Selain itu, kebiasaan ini juga dapat memunculkan ekspektasi yang tidak realistis terhadap pasangan serta membuat hubungan lebih berfokus pada stimulasi sesaat dibanding koneksi emosional yang sehat.

Kemenkes juga membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan pornografi, di antaranya:

  • Mengenali kebiasaan dan pemicu yang membuat keinginan muncul.
  • Mengurangi pemicu, seperti terlalu banyak waktu luang dan scrolling media sosial tanpa tujuan.
  • Mengalihkan kebiasaan tersebut ke aktivitas lain yang lebih positif dan bermanfaat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement