Dr. Adam menjelaskan faktor genetik memang memiliki pengaruh besar. Lebih dari 60 persen pasien serangan jantung usia muda diketahui memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
“Kalau ada anggota keluarga laki-laki yang kena serangan jantung sebelum usia 45 tahun, atau perempuan sebelum 55 tahun, maka risikonya secara signifikan lebih tinggi,” jelasnya.
Namun, dr. Adam menilai gaya hidup modern juga menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit jantung pada generasi muda. Misalnya kebiasaan kurang bergerak, sering begadang, konsumsi makanan ultra-proses, hingga merokok.
“Kombinasi kecanggihan teknologi dan kehidupan perkotaan cenderung memicu kebiasaan malas gerak,” tulisnya.
Selain itu, dr. Adam juga mencontohkan pola hidup seperti terlalu sering menggunakan layanan pesan antar makanan, bekerja dari rumah tanpa aktivitas fisik yang cukup, hingga kebiasaan scrolling media sosial sampai larut malam turut berdampak pada kesehatan jantung.