Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor Pariwisata Pulih, Tingkat Okupansi Hotel Mewah di Bali Naik

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |19:25 WIB
Sektor Pariwisata Pulih, Tingkat Okupansi Hotel Mewah di Bali Naik
Sektor Pariwisata Pulih, Tingkat Okupansi Hotel Mewah di Bali Naik (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Sektor pariwisata premium Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan pada 2026. Tingkat okupansi hotel mewah disebut telah kembali ke level sebelum pandemi, didorong meningkatnya permintaan wisata kelas atas serta berkembangnya investasi properti pariwisata, khususnya di Bali.

Pemulihan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam forum Indonesia Tourism Xchange (ITX) 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Forum ini mempertemukan ratusan pelaku industri pariwisata, perhotelan, investasi, hingga pengembangan properti wisata.

Berdasarkan data STR, divisi analitik hotel dari CoStar Group, okupansi hotel mewah di Indonesia dalam periode 12 bulan hingga Maret 2026 telah menyamai capaian sebelum pandemi. Angka tersebut melampaui kinerja segmen hotel lainnya yang masih berada di bawah level pra-pandemi.

Selain tingkat hunian, tarif kamar hotel di Indonesia juga mengalami kenaikan lebih dari 40 persen dibandingkan 2019. Pertumbuhan ini dipengaruhi meningkatnya permintaan wisata premium dan bertambahnya pasokan hotel kelas atas di sejumlah destinasi.

Bali menjadi wilayah yang paling menonjol dalam pertumbuhan sektor wisata mewah. Selain peningkatan okupansi hotel, Pulau Dewata juga mencatat lonjakan pengembangan branded residence atau hunian bermerek yang terintegrasi dengan layanan hotel.

Bali, Shutterstocl

Riset C9 Hotelworks mencatat Bali kini menyumbang sekitar 25 persen nilai pasar branded residence di Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 70 proyek pengembangan aktif yang tersebar di sejumlah kawasan wisata seperti Canggu, Berawa, Uluwatu, Seminyak, hingga Sanur.

Managing Director C9 Hotelworks, Bill Barnett, mengatakan branded residence kini berkembang menjadi salah satu pendorong utama pasar properti wisata premium di Indonesia.

“Indonesia memiliki daya tarik destinasi yang kuat dan pasar wisata premium yang terus berkembang. Ini membuat sektor hunian bermerek tumbuh cukup cepat, terutama di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pacific Asia Horwath HTL, Matt Gebbie, menilai pertumbuhan sektor wisata premium Indonesia tidak hanya soal peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga perubahan pola permintaan pasar.

Menurut dia, wisatawan kini semakin memperhatikan kualitas pengalaman, konsep destinasi, hingga keberlanjutan dalam industri pariwisata.

Forum ITX 2026 juga membahas berbagai isu lain seperti investasi pariwisata, teknologi perhotelan, desain berbasis budaya lokal, hingga pengembangan sektor wisata berkelanjutan.

Sejumlah pelaku industri menilai tren pemulihan sektor wisata premium dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan usaha penunjang pariwisata di daerah tujuan wisata.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement