Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramai Jule Pakaikan Parfum Orang Dewasa ke sang Putri, Ini Ternyata Bahayanya Moms

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |16:25 WIB
Ramai Jule Pakaikan Parfum Orang Dewasa ke sang Putri, Ini Ternyata Bahayanya Moms
Jule ramai disorot usai pakaikan parfum dewasa ke sang putri. (Foto: Instagram/@juliaprt7)
A
A
A

JULIA Prastini alias Jule tengah jadi sorotan karena kedapatan memakaikan parfum orang dewasa kepada putrinya, Na Jena. Aksi itu dilakukan Jule saat melakukan live streaming di TikTok pada 18 April 2026.

Bukan hanya parfum, Jule juga kedapatan memakaikan liptint di bibir Na Jena. Sontak, aksinya panen kritik publik karena penggunaan produk dewasa pada balita dinilai berisiko.

Jule Panen Kritik Usai Pakaikan Liptint dan Parfum Orang Dewasa pada Sang Putri

Apa saja sih risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan parfum dewasa ke anak-anak? Mari mengulasnya dalam artikel ini.

1. Kandungan Berbahaya di Parfum Dewasa

Parfum dewasa sebenarnya mengandung bahan kimia yang cukup tinggi, sehingga tidak selalu aman digunakan pada anak-anak. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber kesehatan, sebagian besar parfum mengandung sekira 78%–95% etil alkohol serta campuran minyak esensial, baik sintetis maupun alami.

Untuk meningkatkan ketahanan aroma, perfum juga biasanya ditambahkan bahan seperti phthalate dan gliserin. Kandungan ini berfungsi sebagai pengawet dan penstabil aroma.

Masalahnya, kulit anak jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa dan memiliki kemampuan menyerap bahan kimia yang lebih tinggi. Artinya, paparan zat dari parfum bisa lebih mudah masuk ke tubuh anak, bahkan berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

 

2. Dampak yang Muncul

Rekomendasi parfum pria terbaik di bawah Rp200 ribu. (Foto: Freepik)

Dalam kasus tertentu, paparan berlebihan juga bisa menyebabkan risiko keracunan jika zat kimia terserap dalam jumlah tertentu, meskipun tidak tertelan secara langsung. Selain itu, penggunaan parfum dewasa pada anak dapat memicu reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau iritasi kulit, terutama pada anak yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi.

Bahkan, parfum yang khusus untuk anak sekalipun masih bisa mengandung bahan seperti minyak esensial atau phthalate yang tetap berpotensi menimbulkan reaksi. Karena itu, penggunaan parfum dewasa pada anak umumnya tidak dianjurkan demi menjaga keamanan dan kesehatan kulit mereka.

Dilansir dari Health X Change, Kamis (23/4/2026), para ahli anak menyarankan orangtua untuk menghindari penggunaan parfum pada bayi, terutama saat bayi baru lahir. Hal ini berbeda dengan penggunaan sabun, bedak, dan krim bayi lainnya yang tetap diperbolehkan.

Para dokter anak menyatakan bahwa sebagian besar sabun, bedak, dan krim bayi sudah mengandung wewangian yang disetujui dan aroma yang ramah anak. Sementara itu, penggunaan parfum dapat menyebabkan stimulasi berlebihan pada bayi yang menyebabkan kesulitan bernapas dan gangguan pernapasan lainnya. Sebab, paparan aroma yang kuat dapat memicu ketidaknyamanan pernapasan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam parfum dapat menyebabkan sensitivitas kulit, ruam, dan dermatitis. Paparan dini anak-anak terhadap bahan kimia ini juga telah terbukti meningkatkan risiko masalah pernapasan. Jadi, hati-hati ya, moms.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement