JAKARTA - Maraknya konsumsi minuman manis di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, kini menjadi sorotan serius. Di tengah tren minuman kekinian seperti boba, kopi susu gula aren, hingga minuman bersoda, para ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko jangka panjang yang mengintai, salah satunya adalah gagal ginjal kronis.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan minuman manis yang kerap dikonsumsi anak muda menjadi biang kerok pemicu penyakit gagal ginjal. Jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus, minuman tinggi gula dapat merusak fungsi ginjal secara perlahan tanpa disadari.
“Sudah bukan penyakit orang tua saja, sekarang banyak anak muda usia produktif terkena gagal ginjal, karena kebiasaan konsumsi minuman-minuman seperti ini,” jelas Menteri Budi dalam Instagram @bgsadikin.
Menkes Budi mengatakan minuman manis tersebut menjadi tren di kalangan anak muda dan sering dipesan saat di mal hingga secara online. Hal tersebut patut diwaspadai lantaran meningkatkan risiko penyakit gagal ginjal hingga diabetes kronis.
Menkes Budi juga mengatakan satu penyakit ini menguras Rp13 triliun uang negara dan biaya yang ditanggung meningkat 400% dalam 6 tahun terakhir.
“Kamu setiap hari nyicil untuk kena penyakit gagal ginjal karena kebiasaan minum minuman manis,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi minuman berpemanis meningkat pesat, seiring menjamurnya kedai minuman modern. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu gelas minuman kekinian bisa mengandung gula melebihi batas harian yang direkomendasikan.
Organisasi kesehatan seperti World Health Organization menyarankan agar konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10% dari total kebutuhan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.