Untuk itu, ia menyarankan orang tua mulai menerapkan variasi makanan dalam menu harian anak. Misalnya, mengombinasikan sumber protein: sarapan dengan telur, makan siang dengan ayam, dan makan malam dengan ikan. Variasi juga bisa ditambah dari protein nabati seperti tahu dan tempe.
Sumber karbohidrat pun sebaiknya tidak hanya nasi, tetapi bisa divariasikan dengan kentang atau umbi-umbian. Selain itu, sayur dan buah tetap penting untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin.
Dengan pola makan yang beragam, anak dapat memperoleh berbagai jenis nutrisi secara alami tanpa perlu dipaksakan.
dr. Luciana juga mengingatkan satu faktor penting yang sering terabaikan, yaitu vitamin C. Nutrisi ini berperan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Tanpa vitamin C, zat besi yang dikonsumsi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sumber vitamin C mudah ditemukan, seperti pada buah jeruk hingga semangka. Dengan pola makan yang bervariasi, anak tidak hanya mendapatkan nutrisi lengkap, tetapi juga terhindar dari risiko gangguan tumbuh kembang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.