JAKARTA - Memiliki anak yang tumbuh tinggi dan sehat tentu menjadi keinginan semua orang tua. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa diupayakan sejak anak masih bayi?
Influencer kesehatan anak sekaligus dokter spesialis anak, Lucky Yogasatria, dalam video yang diunggah di media sosialnya mengatakan bahwa potensi tinggi badan anak sebenarnya bisa diukur.
“Kita ukur bapaknya, kita ukur ibunya, nanti ditambahkan untuk melihat potensi tinggi badan anak. Itu bisa. Tapi kan kita maunya anak lebih pintar dari kita, lebih sehat dari kita, dan lebih tinggi dari kita,” kata dr. Lucky.
Namun, pertumbuhan tinggi anak harus dibarengi dengan stimulasi yang baik. Salah satunya adalah pola tidur yang cukup dan tidak terlalu larut malam, serta kebiasaan tidur siang hingga usia lima tahun.
“Memberikan stimulasi itu penting. Tidur jangan terlalu malam, dan tidur siang bisa dilakukan sampai usia lima tahun,” ujarnya.
Selain itu, asupan makanan anak juga perlu diperhatikan. Sejak usia balita, hormon pertumbuhan anak perlu didukung dengan nutrisi yang tepat, seperti susu, daging, ikan, ayam, serta asupan zat besi dan kalsium.
“Makanan dengan protein berkualitas bisa mendukung hormon pertumbuhan. Susu salah satunya, lalu daging, ikan, ayam, juga zat besi dan kalsium,” jelasnya.
Dengan pola hidup dan asupan nutrisi yang tepat, pertumbuhan tinggi anak dapat lebih optimal sesuai dengan potensi genetiknya.
“Hal-hal tersebut bisa membantu meningkatkan tinggi badan sesuai potensi genetik,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.