JAKARTA – Sosok Hamideh Soleimani Afshar tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ditahan oleh otoritas Amerika Serikat. Ia diketahui merupakan keponakan dari mendiang komandan militer Iran, Qassem Soleimani.
Menurut laporan media internasional, Hamideh bersama putrinya ditahan setelah status penduduk tetap sah (green card) mereka dicabut oleh pemerintah AS. Penahanan ini disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas yang dianggap mendukung rezim Iran.
Otoritas AS menuduh Hamideh menyebarkan propaganda yang berpihak pada pemerintah Iran serta menyuarakan dukungan terhadap serangan yang menyasar pasukan Amerika saat tinggal di Los Angeles. Pihak Departemen Luar Negeri bahkan menyebutnya sebagai pendukung vokal rezim yang dianggap bermusuhan dengan AS.
Melansir Hindustantimes, berdasarkan catatan dari Immigration and Customs Enforcement (ICE), Hamideh saat ini ditahan di fasilitas penahanan di Pearsall. Ia sebelumnya ditangkap di Los Angeles sebelum dipindahkan ke Texas. Putrinya, Hosseiny Sarinasadat, juga dilaporkan berada di lokasi penahanan yang sama.
Fasilitas tersebut umumnya digunakan untuk menahan individu yang tengah menjalani proses imigrasi atau menunggu deportasi.
Department of Homeland Security (DHS) menyebut bahwa klaim suaka yang diajukan Hamideh pada 2019 diduga tidak valid. Ia dituduh beberapa kali kembali ke Iran setelah memperoleh izin tinggal tetap di AS.
Pihak berwenang kini tengah mengupayakan pencabutan status imigrasi dirinya beserta keluarganya. Dalam pernyataannya, DHS menegaskan bahwa kepemilikan green card merupakan hak istimewa yang dapat dicabut jika dianggap membahayakan keamanan negara.