Selain berdampak pada kesuburan, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Mengacu pada data dari National Library of Medicine, pria yang lebih sering ejakulasi memiliki kemungkinan lebih kecil terkena penyakit tersebut dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.
Penelitian tersebut melibatkan pria dalam dua kelompok usia, yakni 20–29 tahun dan 40–49 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan berkaitan dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah. Sebaliknya, frekuensi empat hingga tujuh kali per bulan justru dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.
Meski demikian, penurunan risiko ini bervariasi, yakni sekitar 19 persen pada kelompok usia 20–29 tahun dan 22 persen pada kelompok usia 40–49 tahun.
Temuan ini menegaskan bahwa frekuensi ejakulasi tidak hanya berpengaruh pada kesuburan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan prostat secara keseluruhan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.