JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dalam kendaraan.
Namun, penggunaan bantal leher sering kali salah kaprah dan justru membuat tidak nyaman. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan penggunaan bantal leher yang salah dapat menyebabkan rasa sakit di area leher dan kepala selama perjalanan.
“Kalau kita mudik sering ketiduran, kan. Nah, kepala kita sering jatuh ke depan. Itu bisa bikin leher kita kaku,” ucap Menteri Budi dalam akun Instagram-nya @bgsadikin, Selasa (17/3/2026).
Menteri Budi mencontohkan penggunaan bantal leher bukan diletakkan di area leher belakang karena dapat membuat pengguna terasa terganjal. Bantal tersebut justru sebaiknya digunakan di area dagu untuk menopang kepala saat menunduk ketika tertidur di kendaraan.
Bantal leher yang digunakan untuk menopang dagu tersebut akan berfungsi dengan tepat sehingga dapat menjaga area leher dan kepala dari cedera.
Selain itu, penggunaan bantal leher yang benar juga akan memberikan rasa nyaman selama perjalanan dan saat Anda tertidur di dalam kendaraan.
“Kalau bantal lehernya ditaruh di depan, dagu kita ada yang menopang. Jadi kalau kita ngantuk lalu tertidur, ke depan ada yang menyangga. Ke kiri dan kanan juga ada yang menyangga. Jadi leher kita tidak akan sakit,” tambahnya.
Untuk bagian leher belakang, Menkes Budi mengatakan sudah ditopang oleh kursi penumpang. Dengan demikian, penggunaan bantal yang benar ini dapat melindungi seluruh area leher dan kepala dengan baik selama perjalanan.
“Kalau (leher) belakang sudah ditopang kursi penumpang. Jadi kepala kita tidak akan (terangkat),” paparnya.
Perbaikan yang dilakukan:
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.