JAKARTA – Kawasan Pasar Santa, Jakarta Selatan, menjadi spot hidden gem bagi para pemburu takjil. Meski matahari masih menggantung, kerumunan warga mulai terlihat memadati kawasan ini sejak pukul 16.30 WIB.
Lokasinya yang berada tepat di depan Pasar Santa dan dikelilingi bangunan kompleks yang megah menjadikan area ini sebagai spot hidden gem bagi para pekerja kantoran maupun warga sekitar untuk melakukan "war takjil" sebelum waktu magrib tiba.
Alasan utama mengapa spot ini begitu diminati adalah aksesnya yang sangat mudah dijangkau serta variasi makanannya yang beragam, dari ujung ke ujung jalan. Seperti yang dirasakan langsung oleh Citra (25), salah satu pembeli setia yang mengaku rutin datang ke lokasi ini karena jaraknya dekat dan menu jajanan yang lengkap.
"Karena dekat banget, tinggal jalan kaki lima menit sampai. Terus makanan dan jajanannya lengkap banget dari ujung ke ujung dan murah-murah juga," kata Citra.
Meski berada di kawasan Jakarta Selatan yang cenderung mahal, harga takjil di depan Pasar Santa tergolong ramah kantong. Dengan uang Rp10.000, pembeli sudah bisa membawa pulang tiga buah gorengan ukuran besar.
Kualitas rasa yang tetap terjaga juga menjadi alasan pembeli rela datang setiap hari pada pukul 17.00 WIB demi mendapatkan stok camilan yang masih nikmat disantap hingga larut malam.
“Murah karena gorengan Rp10.000 tiga, risol Rp10.000 tiga. Lontongnya sih enak, sampai malam pun masih bisa dimakan. Iya, tiap hari pasti jam lima (ke sini)," ucapnya.
Di antara deretan penjual, lapak gorengan dan es buah menjadi titik favorit pembeli. Gorengan dianggap sebagai menu "wajib" yang tidak boleh absen di meja makan, bersanding dengan segarnya es buah dan kolak.
"Gorengan sih paling penting ya. Karena lapar mata juga gorengan. Terus kayak ini candil, kolak itu juga wajib sih," beber Citra.
Seperti di lapak gorengan Ibu Ekowati yang tidak pernah sepi pembeli. Ia menjual berbagai jenis gorengan dan kue basah yang ditata rapi. Namun, ada satu menu yang paling cepat ludes diburu pembeli, yaitu risol mayones. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak membuat makanan tersebut habis dalam waktu singkat.
“Risol mayones telur, risol sayur, pastel, martabak tahu, martabak telur. Yang sering sih risol mayones, Rp10.000 tiga saya jual. Kalau jam-jam kantor ramai, mendekati waktu buka puasa juga ramai," ungkap Ekowati.
Namun, jika akhir pekan seperti hari ini, Ekowati justru merasakan penurunan pembeli dibandingkan hari kerja. Menurutnya, keramaian di depan Pasar Santa sangat dipengaruhi ritme hari kerja, di mana para pekerja kantoran menjadi pelanggan dominan.
"Murah karena gorengan Rp10.000 tiga, risol Rp10.000 tiga. Lontongnya sih enak, sampai malam pun masih bisa dimakan. Iya, tiap hari pasti jam lima (ke sini)," tutup Citra.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.