dr. Dicky menyarankan konsumsi kurma murni atau tanpa olahan khususnya untuk masyarakat dengan masalah kesehatan seperti diabates, kolesterol hingga obesitas. Manfaat dari kurma murni lebih menyehatkan bila dikonsumsi dengan bijak.
“Untuk orang obssitas, atau ada masalah lemak dalam darah, jangan kurma keju, kurma Ajwa saja saat berbuka. Untuk kurma keju ini, penting melakukan pembatasan. Hindari kurma keju lebih dari 1 buah,” ungkap dr. Dicky.
Meski begitu, konsumsi kurma keju yang tengah tren tak dilarang begitu saja. Ia mengatakan manfaat kesehatannya tetap ada bila dikonsumsi dengan baik dan diperhatikan kondisi tubuh sebelum menyantapnya.
“Kombinasi ini ada gula alami dari kurma dan lemak protein dari keju dan akhirnya kalorinya lebih timggi. Kalau manfaat ada karena ada protein dari keju. Adanya protein dari keju bisa membuat rasa kenyang lebih lama,” paparnya.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.