JAKARTA - Bulan suci Ramadan disambut oleh berbagai negara di seluruh dunia, terutama negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Selain penyesuaian waktu ibadah dan aktivitas sosial, banyak negara juga menerapkan perubahan jam kerja selama bulan suci.
Di sejumlah negara mayoritas Muslim, pengurangan jam kerja diatur secara resmi dalam undang-undang ketenagakerjaan. Sementara itu, di negara dengan populasi Muslim minoritas, fleksibilitas biasanya bergantung pada kebijakan perusahaan.
1. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab secara resmi mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan untuk sektor publik dan swasta. Biasanya, jam kerja dipersingkat dua jam dari jadwal normal.
Aturan ini berlaku bagi seluruh karyawan, termasuk non-Muslim, sebagai bagian dari regulasi nasional selama bulan puasa.
2. Arab Saudi
Arab Saudi menetapkan jam kerja lebih singkat bagi pegawai sektor publik selama Ramadan. Instansi pemerintah beroperasi dengan durasi kerja yang dikurangi, sementara sektor swasta menyesuaikan aturan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
3. Qatar
Di Qatar, pegawai negeri biasanya bekerja sekitar lima jam per hari selama Ramadan. Ketentuan ini diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan negara tersebut, dan sektor swasta mengikuti pedoman yang sama.
4. Kuwait
Kuwait memberlakukan pengurangan jam kerja bagi pegawai pemerintah selama bulan suci. Kebijakan ini merupakan praktik tahunan yang telah diatur secara resmi.
5. Bahrain
Bahrain juga menerapkan jam kerja yang lebih pendek untuk sektor publik selama Ramadan, mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku setiap tahun.
6. Oman
Oman termasuk negara yang secara resmi mengurangi jam kerja pegawai pemerintah selama Ramadan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan nasional.
7. India
India tidak memiliki kebijakan nasional yang mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan. Namun, beberapa kantor atau institusi di wilayah dengan populasi Muslim besar dapat memberikan fleksibilitas jadwal secara internal.
Tak hanya di negara-negara tersebut, sederet negara dengan populasi Muslim minoritas juga memberikan dukungan bagi mereka yang berpuasa. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
8. Amerika Serikat dan Kanada
Di Amerika Serikat dan Kanada, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, atau menyediakan ruang untuk salat selama Ramadan.
9. Britania Raya dan Jerman
Di Britania Raya dan Jerman, beberapa perusahaan mengizinkan karyawan Muslim menyesuaikan jadwal kerja mereka selama Ramadan. Banyak perusahaan multinasional juga mempromosikan inisiatif keberagaman dan inklusi.
10. Prancis
Prancis menerapkan kebijakan sekularisme yang ketat. Ramadan bukan hari libur nasional, namun beberapa tempat kerja menawarkan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau melakukan penyesuaian terbatas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.