JAKARTA - Menjaga kebugaran tubuh saat menjalankan ibadah puasa sering kali menjadi tantangan tersendiri. Terkadang, kita merasa ragu atau bahkan malas untuk berolahraga di tengah kondisi puasa seperti bulan Ramadan.
Hal itu disebabkan oleh perubahan pola makan, pola tidur, serta kurangnya asupan cairan di siang hari. Padahal, jika dilakukan pada waktu yang tepat, olahraga dapat membantu menjaga stamina tubuh agar tidak lemas selama berpuasa di bulan suci Ramadan.
Lalu, bagaimana cara mengatur waktu olahraga agar tetap bugar dan tidak lemas di bulan suci Ramadan? Berikut tips dari influencer kesehatan ternama, dr. Tirta Madinah Hudhi, terkait waktu olahraga yang tepat di bulan Ramadan.
Tips tersebut ia bagikan dalam unggahan video di akun Instagram-nya. Ia menyebutkan, waktu olahraga terbaik saat Ramadan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
“Kapan waktu olahraga terbaik? Olahraga saat bulan puasa. Jawabannya tergantung tubuh manusianya. Tubuh manusia itu kan bisa beradaptasi,” kata dr. Tirta.
Jika sebelumnya sudah terbiasa berolahraga, maka tidak masalah berolahraga saat puasa Ramadan pada waktu kapan pun, baik sebelum berbuka maupun setelah berbuka, asalkan dapat mengatur asupan makanan dan cairan agar tubuh tidak cepat dehidrasi dan lemas.
“Kalau kamu sudah terbiasa latihan olahraga sebelumnya, kamu mau olahraga habis sahur, pagi hari normal, sebelum berbuka, habis berbuka, habis sarapan, itu asal di-load ya bisa-bisa saja,” ucapnya.
Namun, bagi pemula disarankan untuk melakukan aktivitas olahraga pada waktu yang berdekatan dengan waktu berbuka puasa. Hal itu dilakukan agar saat tubuh merasa dehidrasi dan lemas selepas olahraga, kita dapat langsung mengembalikan tenaga dan cairan tubuh saat berbuka.
“Tapi buat kalian semua yang baru awal-awal latihan, latihan lari atau angkat beban, sebaiknya waktu olahraganya berdekatan dengan jam rehidrasi. Misal setengah jam sebelum berbuka atau satu jam setelah berbuka,” tutur dr. Tirta.
Dr. Tirta menekankan bahwa setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, sehingga pola olahraga harus bersifat tailor-made atau dipersonalisasi. Bahkan, ia menyarankan agar melakukan eksperimen pribadi untuk menemukan waktu yang paling nyaman bagi tubuh.
"Hari ini saya latihan sore, besok rencana malam, lusa pagi. Kita lihat mana yang paling enak," pungkasnya.
Demikian tips terkait waktu olahraga yang tepat saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.