“Cross-match itu menentukan apakah ada antibodi terhadap ginjal donor. Kalau tidak ada, itu yang paling penting,” tambahnya.
Terkait persyaratan donor ginjal, umumnya berada pada rentang usia 20 hingga 65 tahun, bahkan dalam kondisi tertentu bisa sampai usia 70 tahun. Sementara itu, untuk usia di bawah 20 tahun tidak diperbolehkan karena adanya pertimbangan hukum.
“Itu lebih ke legalitas. Dia belum punya hak penuh menentukan keputusan medisnya sendiri,” jelasnya.
Donor hidup sendiri terbukti aman. Ginjal yang tersisa di tubuh pendonor akan menyesuaikan diri dan mengambil alih fungsi ginjal yang didonasikan sehingga pendonor dapat kembali hidup normal tanpa memerlukan obat khusus.
“Setelah beberapa waktu, fungsi ginjal yang tersisa hampir setara dengan dua ginjal,” pungkas dr. Nur Rasyid.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)