Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjelasan Sarapan Roti hingga Gorengan Picu Diabetes dan Kanker

Rani Hardjanti , Jurnalis-Minggu, 15 Februari 2026 |08:19 WIB
Penjelasan Sarapan Roti hingga Gorengan Picu Diabetes dan Kanker
Penjelasan Sarapan Roti hingga Gorengan Picu Diabetes dan Kanker. (Ilustrasi : Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Roti hingga gorengan ternyata berisiko untuk menu sarapan pagi. Kenapa ya, padahal roti praktis untuk dijadikan makanan di pagi hari dan gorengan mudah ditemukan bersama nasi uduk? 

Menurut Hollie Waters, seorang ahli diet terakreditasi yang berpraktik di Australia dan anggota dewan penasihat untuk organisasi nirlaba yang berfokus pada kesehatan, Doctors For Nutrition, lonjakan energi instan yang diberikan oleh makanan dan minuman manis mungkin terasa membantu di pagi hari yang sibuk atau setelah begadang. Namun, lanjutnya, penurunan tajam kadar gula darah setelahnya meningkatkan kemungkinan Anda akan bergantung pada sumber energi cepat untuk menjalani hari, sehingga menciptakan siklus yang menguras energi.

"Makanan-makanan ini biasanya juga rendah protein dan serat, yang memperlambat pencernaan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Konsumsi gula tambahan yang berlebihan juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker," ujar Waters, dikutip Newsweek, Minggu (15/2/2026). 

Selain itu, produk tepung olahan telah kehilangan serat makanan alaminya yang sangat penting untuk mikrobioma usus yang sehat. Proses pengolahan juga menghilangkan vitamin dan mineral penting yang terdapat dalam bentuk biji-bijian utuh.

 

Makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, seperti muffin, kue-kue, kentang goreng, makanan yang digoreng, daging merah, susu, serta mentega atau margarin, juga bukan pilihan sarapan yang paling sehat.

"Lemak jenuh dan lemak trans yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menaikkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol 'jahat' dan menurunkan kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol 'baik' dalam darah," jelas Waters.

"Makanan berlemak merangsang kontraksi di saluran pencernaan yang dapat memperlambat pengosongan lambung dan memperburuk sembelit, atau mempercepat pergerakan yang menyebabkan atau memperburuk diare," katanya.

"Makanan yang tinggi minyak olahan dan lemak tambahan juga cenderung rendah vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Makanan kaya nutrisi membantu meningkatkan dan mempertahankan tingkat energi Anda, sehingga membuat Anda tetap berenergi sepanjang hari."

Daging olahan seperti bacon, sosis, dan ham biasanya tinggi lemak jenuh serta natrium atau garam.

"Jika dikonsumsi terlalu sering, daging-daging ini dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular," kata Jones.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement