Ia juga menyarankan penggunaan masker di tempat ramai sebagai langkah pencegahan, mengingat TBC merupakan penyakit yang menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin.
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDA), penularan TBC umumnya terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan, seperti dengan anggota keluarga serumah, rekan kerja, atau teman sekelas.
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi TBC, antara lain:
“Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, sebaiknya mempertimbangkan kembali apakah perjalanan benar-benar diperlukan,” ujar Prof Hsu.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tetap penting, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang musim liburan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)