Selain perbedaan nutrisi, ikan teri dan sarden juga memiliki perbedaan dalam hal rasa dan cara penggunaannya dalam masakan:
Sarden: Memiliki rasa yang lebih lembut dan lebih mudah dipadukan dalam berbagai hidangan seperti salad, sandwich, atau lauk utama. Rasanya yang tidak terlalu kuat membuat sarden sangat fleksibel dalam berbagai resep.
Ikan Teri: Memiliki rasa yang lebih kuat, terutama jika diawetkan dengan garam atau minyak. Ikan teri biasanya digunakan dalam jumlah kecil untuk memberikan dimensi rasa pada masakan, seperti dalam sambal teri atau sebagai topping nasi uduk. Karena rasa yang tajam ini, ikan teri lebih cocok digunakan sebagai tambahan rasa, bukan sebagai bahan utama.
Meskipun ikan teri menawarkan banyak manfaat nutrisi, perlu diingat bahwa ikan teri yang diawetkan dengan garam cenderung memiliki kandungan sodium yang lebih tinggi dibandingkan sarden. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau masalah ginjal. Karena tingginya kandungan garam, disarankan untuk mengonsumsi ikan teri dalam jumlah yang lebih terbatas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)