JAKARTA - Tahun Baru China atau Imlek sudah di depan mata. Perayaan ini disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat dan umat Tionghoa.
Tahun Baru Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menyambut awal tahun dengan harapan keberuntungan, kesehatan, dan rezeki yang lebih baik.
Di perayaan Imlek ini, tentu ada banyak kepercayaan yang biasa dilakukan para umat China untuk mendapat keberuntungan di tahun ini.

Selain berbagai tradisi yang dilakukan, ada pula sejumlah pantangan yang dipercaya sebaiknya dihindari agar tidak membawa kesialan. Berikut lima pantangan yang umum diperhatikan saat chinesenewyear, Rabu (4/2/2026).
1. Menyapu dan Membuang Sampah
Pada hari pertama Imlek, menyapu lantai atau membuang sampah dipercaya sama dengan membuang rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Karena itu, banyak orang memilih membersihkan rumah sebelum Imlek tiba, bukan pada hari perayaannya.
2. Mengucapkan Kata-Kata Negatif
Mengucapkan kata-kata seperti “mati”, “sakit”, “miskin”, atau kata-kata kasar lainnya dianggap membawa energi buruk. Saat Imlek, orang dianjurkan menggunakan kata-kata positif dan penuh doa baik agar sepanjang tahun dipenuhi hal-hal yang menyenangkan.
3. Memecahkan Barang
Memecahkan piring, gelas, atau barang lainnya dipercaya sebagai pertanda buruk karena melambangkan perpecahan atau kesialan. Oleh karena itu, orang-orang biasanya lebih berhati-hati saat menggunakan barang pecah belah selama perayaan Imlek.
4. Dilarang Menggunakan Benda Tajam
Penggunaan benda tajam juga dilarang saat perayaan Imlek. Saat perayaan tahun baru China ini, umat Tionghoa melakukan tradisi untuk menghindari penggunaan benda tajam. Mereka percaya benda tajam pada umumnya akan memotong aliran kekayaan dan kesuksesan umat Tionghoa.
5. Tidak Mengunjungi Keluarga Istri
Satu lagi pantangan di hari Imlek yang tak boleh dilanggar ialah mengunjungi keluarga istri pada perayaan Tahun Baru China. Mereka percaya hal ini berarti ada masalah pernikahan dan mungkin juga membawa kesialan bagi seluruh keluarga.
Pasangan itu harus mengunjungi keluarga istri pada hari ke-2. Mereka akan membawa anak-anak mereka, serta hadiah sederhana untuk dinikmati bersama keluarga.
(Rani Hardjanti)