Selain itu, kelainan sistem listrik jantung seperti Sindrom Wolff-Parkinson-White dan Sindrom QT panjang juga dapat menjadi penyebab henti jantung, terutama pada anak muda atau orang dewasa.
Sementara itu, faktor eksternal yang dapat memicu henti jantung antara lain penggunaan narkoba untuk tujuan rekreasi. Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat jantung, juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) yang berujung pada henti jantung mendadak.
Dalam kondisi henti jantung, penderita biasanya pingsan dan tidak dapat merespons tanpa adanya peringatan atau gejala yang jelas sebelumnya.
Meski demikian, terdapat sejumlah gejala yang dapat muncul sebelum seseorang mengalami henti jantung. Mengutip Cleveland Clinic, gejala tersebut antara lain nyeri atau tekanan di dada, mual atau muntah, sesak napas atau napas tidak normal, jantung berdebar-debar, pusing, kepala terasa ringan, serta lemas secara tiba-tiba.
Henti jantung yang terjadi secara mendadak membuat waktu penanganan sangat terbatas dan dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan menit.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)