JAKARTA - Kecenderungan wisatawan Indonesia kini bergerak menuju destinasi serba lengkap dalam satu kawasan. Pilihan ini muncul seiring kebutuhan liburan yang praktis dan efisien waktu. Alih-alih berpindah kota atau lokasi, wisatawan mencari pengalaman menyeluruh. Penginapan, hiburan, belanja, hingga kuliner diharapkan tersedia berdekatan. Tren ini terasa kuat pada perjalanan keluarga dan liburan singkat. Konsep wisata terpadu pun menjadi magnet utama.
Perubahan perilaku tersebut tercermin dari meningkatnya minat ke destinasi resort terintegrasi. Wisatawan menginginkan kenyamanan tanpa perencanaan rumit. Satu kawasan diharapkan mampu memenuhi beragam kebutuhan lintas generasi. Selain itu, faktor keamanan dan kemudahan akses turut menjadi pertimbangan. Karena itu, destinasi dengan fasilitas lengkap semakin unggul. Pola ini juga dipengaruhi gaya hidup urban yang serba cepat.
Resorts World Genting di Pahang, Malaysia, menjadi contoh destinasi yang menjawab tren tersebut. Kawasan ini berada di dataran tinggi Genting Highlands dengan akses langsung dari Kuala Lumpur. Resorts World Genting menawarkan hotel beragam kelas dalam satu area. Tersedia pusat perbelanjaan SkyAvenue, restoran internasional, dan hiburan keluarga. Wahana Genting SkyWorlds Theme Park menjadi daya tarik utama. Pengalaman liburan terasa menyatu tanpa harus keluar kawasan.
President and Chief Operating Officer Resorts World Genting, Spencer Lee, menyoroti perubahan preferensi wisatawan regional terutama dari Indonesia. “Tamu ingin kemudahan dalam satu destinasi,” ujarnya dikutip, Kamis (22/1/2026).
Resorts World Genting merespons dengan pengembangan fasilitas berkelanjutan. Investasi besar dilakukan pada atraksi, akomodasi, dan pengalaman tematik. Selain itu, konsep hiburan lintas usia terus diperkuat. Pendekatan ini membuat lama tinggal wisatawan semakin panjang.
Bagi wisatawan Indonesia, daya tarik lain terletak pada variasi pengalaman. Resorts World Genting menghadirkan kasino legal bagi wisatawan internasional. Namun kawasan ini juga ramah keluarga tanpa ketergantungan satu atraksi. Pertunjukan musik, taman hiburan indoor, dan pusat rekreasi alam tersedia seimbang. Kuliner halal dan non-halal disajikan berdampingan. Dengan demikian, kebutuhan beragam profil wisatawan dapat terakomodasi.
Tren wisata terpadu diperkirakan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan. Wisatawan semakin menghargai efisiensi dan kenyamanan perjalanan. Destinasi dengan konsep satu kawasan memiliki keunggulan kompetitif. Resorts World Genting memosisikan diri sebagai pelopor regional. Pengalaman lengkap tanpa berpindah lokasi menjadi nilai utama. Bagi wisatawan Indonesia, pola liburan seperti ini semakin relevan dan diminati.
(Rani Hardjanti)