Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Florencia Lolita, Pramugari Korban Pesawat ATR 40-500 yang Jatuh Ternyata Akan Menikah

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |16:45 WIB
Kisah Sedih Florencia Lolita, Pramugari Korban Pesawat ATR 40-500 yang Jatuh Ternyata Akan Menikah
Kisah Sedih Florencia Lolita, Pramugari Korban Pesawat ATR 40-500 yang Jatuh Ternyata Akan Menikah (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Kisah sedih Florencia Lolita, pramugari korban pesawat ATR 40-500 yang jatuh, ternyata akan menikah. Florencia Lolita merupakan salah satu awak kabin yang bertugas di pesawat ATR 40-500 tersebut.

Pesawat dilaporkan hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat itu sebelumnya lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. Florencia Lolita Wibisino, atau akrab disapa Olen, diketahui berdarah Manado.

Melansir dari situs LinkedIn, perempuan tersebut merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH). Awal mula karier Florencia Lolita sebagai pramugari dimulai di PT Wings Abadi Airlines sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor sejak 2012.

Kemudian, ia diangkat sebagai Manager Training Flight Attendant. Salah satu kerabat Florencia Lolita mengungkapkan bahwa pramugari tersebut tengah menyusun rencana pernikahan.

“Kami masih menunggu kabar Olen (Florencia Lolita). Ini begitu menyakitkan bagi kami. Olen somo kaweng (Olen mau menikah),” ungkap Anastasya, kerabat Florencia.

Kronologi Pesawat Hilang Kontak di Maros

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menuturkan pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Namun, ketika hendak mendarat, pihak bandara tidak menerima sinyal dari pesawat.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” kata Lukman melalui keterangannya.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.

“Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” sambungnya.

Jika ingin, saya juga bisa:

menyesuaikan gaya hard news agar lebih singkat,

membuat versi breaking news, atau

merapikan dengan gaya human interest yang lebih menyentuh.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement