Serat juga berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus, terutama jenis serat larut yang berperan sebagai prebiotik. Kekurangan serat dapat mengubah komposisi mikrobioma usus, yakni lingkungan bakteri yang memengaruhi pencernaan.
Jika sering merasa kembung, tidak nyaman, atau mengalami gangguan pencernaan lain tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi indikator bahwa mikrobioma usus tidak mendapatkan cukup serat untuk mendukung fungsi yang sehat.
Untuk memperbaiki tanda-tanda tersebut, disarankan melakukan beberapa perubahan sederhana dalam pola makan, seperti memilih buah dan sayuran utuh, termasuk apel, pir, semangka, dan brokoli. Selain itu, dapat mengganti nasi putih dengan beras merah atau memilih roti gandum utuh untuk sarapan.
Kacang-kacangan juga kaya akan serat serta nutrisi lain yang membantu pencernaan. Terakhir, pastikan asupan cairan tercukupi, karena serat bekerja lebih optimal jika didukung hidrasi yang cukup untuk membantu pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)