JAKARTA - Dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan jumlah kematian sebanyak 583 kasus.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya pencegahan terpadu melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue, melengkapi langkah pengendalian yang selama ini telah berjalan. Peresmian vaksinasi dengue dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.
“Dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan,” ucapnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue dengan case fatality rate (CFR) sebesar 1,09 persen. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue tertinggi, di mana 46,81 persen dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6–14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.
Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP., menegaskan vaksinasi ini akan berperan sebagai pelindung tambahan terhadap demam dengue.
“Program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik,” tambahnya.
Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan diberikan kepada 725 anak usia 9–13 tahun atau siswa kelas 3, 4, dan 6 sekolah dasar serta kelas 7 sekolah menengah pertama di 13 sekolah yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Pelaksanaan program ini dipersiapkan secara saksama, mulai dari skrining kesehatan sebelum vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pascaimunisasi.
“Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa,” ungkap Syarwani.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)