JAKARTA – Nama Cilia Flores kembali menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan ikut diamankan dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela. Flores, yang merupakan istri Presiden Venezuela Nicolás Maduro, disebut termasuk dalam jajaran tokoh penting pemerintahan yang ditangkap dalam operasi berskala besar tersebut.
Cilia Adela Flores de Maduro lahir di Tinaquillo, Negara Bagian Cojedes, Venezuela, pada 15 Juni 1956. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di lingkar kekuasaan Venezuela. Perannya jauh melampaui sekadar pendamping kepala negara, karena Flores memiliki latar belakang politik yang kuat dan aktif.
Karier politik Cilia Flores bermula dari profesinya sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik melalui Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang didirikan oleh mendiang Presiden Hugo Chávez. Namanya mulai diperhitungkan setelah terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela.

(Foto: Profil dan Potret Cilia Flores, Ibu Negara Venezuela yang Ikut Diamankan Pasukan Elit AS, source AP)
Pada 2006, Flores mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Majelis Nasional. Posisi strategis tersebut semakin mengukuhkan pengaruhnya dalam pemerintahan dan peta politik nasional Venezuela.
Ketika Nicolás Maduro resmi menjadi presiden pada 2013, peran Flores kian menonjol. Ia kerap dijuluki pendukungnya sebagai “first combatant”, istilah yang mencerminkan keterlibatan aktifnya dalam dinamika politik, bukan sekadar simbol ibu negara. Flores juga rutin mendampingi Maduro dalam berbagai agenda politik dan pertemuan internasional.