Meski sebagian video telah diberi label “buatan AI”, konten tersebut tetap menyedot perhatian dan memicu perdebatan. Sebagian warganet, khususnya orangtua, menganggap video ini sebagai sarana edukasi.
“Kita butuh lebih banyak video seperti ini. Mari lihat siapa yang masih bersikeras tetap melajang,” tulis seorang pengguna.
“Ini alat pendidikan penting bagi kaum muda yang kurang fokus,” komentar lainnya.
Namun, tak sedikit generasi muda merespons dengan nada sarkastik. Mereka menilai video tersebut sengaja dibuat untuk menakut-nakuti perempuan lajang.
“Wanita lajang usia 50-an di dunia nyata terlihat jauh lebih sehat dan awet muda dibanding yang ada di video ini,” tulis seorang warganet.