Berdasarkan rangkuman NDTVWorld, Senin (9/9/2024) infeksi pada manusia bervariasi, dari demam, pusing, sakit kepala, hingga mual dan diare. Dalam beberapa kasus, virus ini bisa menyebabkan infeksi berat.
Salah satu pasien bahkan mengalami koma akibat infeksi di bagian otaknya. Secara keseluruhan, 20 orang terdeteksi positif WELV setelah digigit kutu, sementara antibodi virus ini ditemukan pada 12 dari 640 penjaga hutan yang diuji.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski semua pasien sembuh setelah mendapat perawatan, penelitian pada tikus menunjukkan WELV bisa menyebabkan infeksi mematikan dan mengganggu sistem saraf. Ini menunjukkan bahwa meskipun gejalanya ringan pada beberapa kasus, virus ini bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama yang berhubungan dengan otak.
Penemuan WELV ini menambah daftar panjang virus yang ditularkan melalui gigitan kutu, dan menjadi peringatan untuk terus memantau dan
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.