Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cairan Merah saat Membuat Steak Ternyata Bukan Darah, Ini Faktanya!

Devi Pattricia , Jurnalis-Minggu, 12 Mei 2024 |08:00 WIB
Cairan Merah saat Membuat Steak Ternyata Bukan Darah, Ini Faktanya!
Daging merah. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

DAGING merah memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Terlebih jika Anda mengkonsumsinya dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan.

Namun kebanyakan orang Indonesia lebih cenderung mengolah daging dengan cara-cara yang kompleks dan membutuhkan waktu memasak yang lama. Padahal daging-daging yang berkualitas tidak disarankan untuk dimasak dengan api panas dalam waktu yang lama lho.

Ahli Gizi Emilia Achmadi menjelaskan bahwa sebagian besar orang Indonesia mengolah daging itu sampai tingkat kematangannya well done. Hal ini karena jika tingkat kematangan daging hanya medium, banyak orang yang menganggap masih mentah dan keluar cairan merah yang dianggap darah sapi.

“Kadang orang Indonesia itu pada takut makan daging dengan kematangan medium karena dianggap masih ada darahnya. Padahal itu bukan darah,” ujar Emilia Achmadi di kawasan Pantai Indah Kapuk beberapa waktu lalu.

Daging Merah

Emilia Achmadi menyarankan untuk tidak memasak daging merah yang berkualitas sampai tingkat kematangan well done. Sebab nutrisi dan cita rasa dari daging tersebut akan hilang karena terlalu lama melalui proses pemasakan.

“Cara terbaik untuk memasak daging merah berkualitas itu tidak sampai kematangan well done. Karena kalau well done, most of the flavor akan hilang ya,” ujarnya.

Sebaiknya daging merah berkualitas digrill sebentar sampai tingkat kematangannya medium. Sehingga daging tidak overcooked dan keras, serta sari-sari dari dagingnya bisa keluar dengan sempurna.

Tenang saja, cairan merah yang keluar dari daging itu bukan darah lho, melainkan sari-sari alami dari daging merah yang tergolong heme protein bernama myoglobin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement