MUSIM kemarau berkepanjangan membuat masyarakat di Pulau Phi Phi, Thailand harus menderita akibat pasokan air bersih yang tidak mencukupi kebutuhan selama lebih dari dua bulan. Pengelola wisata pun mempertimbangkan untuk menutup sementara beberapa operasi bisnis wisata di pulau itu.
Bencana kekurangan air bersih kembali melanda pulau resor di Krabi saat musim ramai turis seperti yang terjadi di beberapa tahun terakhir.
Presiden Asosiasi Pariwisata Krabi, Sanphet Sisawat menjelaskan, perusahaan swasta yang menyediakan air keran untuk rumah tangga, bisnis, restoran, hotel, dan resor, telah berhenti mengalirkan air sejak 23 April lalu sebagai cadangan air di lima wilayah yang hampir habis.
(Foto: Our Globe Trotters)
Para pelaku usaha pun mau tidak mau harus membeli air mentah dari pusat kota Krabi untuk dikonsumsi, demikian melansir Bangkok Post.
Menurut laporan, beberapa warga sudah mulai mempertimbangkan untuk menutup sementara usaha mereka jika kondisi sama sekali tidak membaik.
Hotel-hotel besar, resor dan tempat usaha lainnya di area pulau itu dikabarkan sudah hampir kehabisan simpanan air yang disimpan di sumur artesis masing-masing.
Situasi saat ini pun menyebabkan kerugian besar bagi setor pariwisata Pulau Phi Phi karena harus melakukan pembatalan penginapan dan program perjalanan (tur).
Melihat kondisi seperti itu, Pemerintah Provinsi Krabi pun berupaya membantu para operator dengan meminta agar Wilayah Angkatan Laut Ketiga memasok 100.000 liter air bersih per perjalanan dari pangkalannya yang berada di Phuket.
Sanphet menjelaskan bahwa pihak berwenang juga tenang memikirkan untuk memanfaatkan kapal logistik swasta untuk mengirim 200.000 liter air per perjalanan untuk penduduk setempat.
Krabi dikabarkan bukan satu-satunya wilayah yang mengalami kondisi sulit tersebut saat ini. Beberapa daerah lain juga mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi.

Pemerintah daerah sudah berupaya dengan memanfaatkan air waduk dan permintaan hujan buatan, tetapi ketinggian air waduk itu sendiri disebut sudah sangat rendah.
Untuk menghadapi permasalahan ini, Otoritas Pengairan Provinsi Krabi dilaporkan telah menyusun rencana mitigasi yang terbagi atas tiga bagian.
Tahap pertama akan melibatkan penyewaan dalam jangka pendek tiga pabrik produksi air. Pariwisata lainnya juga juga terpengaruh oleh bencana kekeringan ini adalah tempat wisata Pattaya di Chonburi dan Koh Chang di Trat.
(Rizka Diputra)