Israel mengklaim telah membunuh banyak pejuang Hamas di sana, namun Hamas dan staf medis membantah adanya pernyataan tersebut. Richard Peeperkorn, perwakilan WHO Tepi Barat dan Gaza, menyatakan bahwa penghancuran Rumah Sakit Al Shifa berdampak pada ribuan orang yang akan kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.
Dia juga menekankan untuk memindahkan pasien ke fasilitas kesehatan lain di wilayah utara Gaza yang juga sudah kesulitan beroperasi. Tedros mencatat bahwa hanya 10 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih sebagian berfungsi.
Dia menyatakan bahwa WHO sedang berusaha mengunjungi lokasi tempat Al Shifa berdiri untuk berbicara dengan staf dan melihat apa yang bisa diselamatkan, namun kondisinya di wilayah tersebut sangat memprihatinkan.
Sebelum konflik dimulai, Al Shifa, rumah sakit utama di Jalur Gaza, memiliki 750 tempat tidur dan berbagai ruang operasi. Rumah sakit ini adalah salah satu dari sedikitnya fasilitas kesehatan yang masih sebagian beroperasi di wilayah utara Gaza sebelum serangan terjadi.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.