GAZA kembali dihadapkan pada situasi darurat setelah Rumah Sakit Al-Shifa mengalami kerusakan parah akibat serangan militer Israel. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan bahwa akan banyak pasien di rumah sakit Gaza yang terancam kehilangan nyawa jika tidak dievakuasi dengan cepat.
Pasca kerusakan Rumah Sakit Al Shifa di Gaza, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan pentingnya untuk meningkatkan lebih banyak evakuasi medis. Dia menyatakan bahwa jika tidak melakukan evakuasi dengan cepat maka akan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa.
Merangkum dari Channel News Asia, Kamis (4/4/2024), pasukan Israel telah meninggalkan rumah sakit di Kota Gaza setelah dua minggu beroperasi. Tindakannya telah menyebabkan banyak kerusakan, termasuk penahanan ratusan militan Palestina serta bangunan-bangunan yang hancur.
"Orang yang membutuhkan evakuasi medis akan meningkat, dan evakuasi medis sudah berjalan lambat. Masyarakat akan meninggal karena tidak mendapat pelayanan baik dari Shifa atau karena lambatnya evakuasi karena tidak bisa dievakuasi," tutur kepala WHO.
