TUBERKULOSIS atau TB merupakan penyakit yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas hingga batuk kronik. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini dapat menular kepada orang terdekat.
Untuk itu, bila ada pasien TB di rumah, anggota keluarga itu harus melakukan pengobatan TB. Hal ini berlaku untuk semuanya termasuk anak-anak.
“Setiap orang yang berkontak erat dengan pasien TB maka dianjurkan untuk mendapatkan pengobatan pencegahan walaupun tidak sakit TB,” ujar Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) dalam cuitannya di X, @erlinaburhan, Minggu (25/2/2024).
Dokter Erlina mengatakan pengobatan ini dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan penyakit TB.

“Ada syarat untuk kelompok tertentu. Harus dipastikan bahwa yang berkontak tidak sakit TB. Kemudian dilihat apakah kondisinya termasuk ke dalam kelompok rentan untuk memiliki TB atau tidak,” kata dr Erlina.
Lebih lanjur dr Erlina menjelaskan biasanya tidak diperlukan pemeriksaan apapun untuk anak di bawah lima tahun.
“Kalau memang sudah diketahui berkontak erat dengan pasien positif TB, maka sebaiknya anak di bawah lima tahun segera mendapatkan pengobatan pencegahan. Nama pengobatan tersebut adalah Terapi Pencegahan Tuberkulosis atau TPT,” katanya.
“Sekarang sudah ada terapi pencegahan berjangka pendek, yaitu hanya diberikan tiga bulan saja,” katanya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.