Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tradisi Unik Nisfu Syaban di Indonesia, Ruwahan hingga Kirab Budaya

Narissa Nurulita Pamuji , Jurnalis-Selasa, 20 Februari 2024 |10:31 WIB
5 Tradisi Unik Nisfu Syaban di Indonesia, Ruwahan hingga Kirab Budaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

MALAM Nisfu Sya'ban jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban menurut kalender Hijriah, tepatnya dimulai pada Sabtu 24 Februari 2024, malam.

Nisfu Sya'ban menjadi momen istimewa bagi umat Islam di Indonesia. Di berbagai daerah, tradisi yang beragam menghiasi perayaan malam yang dipenuhi dengan doa dan ibadah.

Beragam tradisi itu tidak hanya bernilai religius, namun juga mempererat tali persaudaraan sesama muslim.

Untuk mengetahui beberapa tradisi lainnya di Indonesia, berikut Okezone rangkumkan lima tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban di beberapa wilayah Indonesia.

1. Ruwahan, Betawi

Tradisi ruwahan Betawi merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Menurut Dakwah Kreatif Muharam (DKM), tradisi ini dilakukan dengan mengundang keluarga besar untuk berkumpul di salah satu rumah keluarga.

Tradisi Ruwahan

(Foto: Instagram/@febrian_syah23)

Masyarakat muslim Betawi meyakini bahwa doa-doa yang dipanjatkan dalam acara ini dapat memberikan keberkahan bagi leluhur yang telah meninggalkan dunia. Tradisi ini mencerminkan rasa hormat dan kebersamaan dalam mengingat jasa-jasa leluhur dalam kehidupan mereka.

2. Sya'banan, Brebes

Di Brebes, tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban dimulai dengan kegiatan membersihkan masjid dan makam-makam di desa. Hal ini sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan malam yang dianggap istimewa menurut kepercayaan Islam.

Selanjutnya, masyarakat berkumpul untuk membaca Alquran, mengadakan shalawat, dan berdoa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tradisi ini mencerminkan rasa kebersihan dan ketaatan dalam menjalankan ibadah.

Tradisi Sya'banan

(Foto: Kedungboto Limbangan)

3. Baca Surah Yasin, Kebumen

Masyarakat Kebumen merayakan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai kegiatan ibadah. Setelah shalat berjamaah, mereka membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan berdoa bersama.

Acara ini diakhiri dengan makan malam bersama dan menikmati minuman khas Desa Pejengkolan. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah di malam yang dianggap istimewa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement