Ia menyebut kejadian tersebut sebagai insiden yang tidak menguntungkan. Air India mengatakan bahwa pihaknya terus berhubungan dengan anggota keluarga yang berduka dan memberikan bantuan.
“Kami sering menemukan bahwa pasangan lanjut usia merasa tidak nyaman berpisah dengan pasangannya dan bepergian sendirian dari pesawat ke terminal bandara. Mereka yang memiliki masalah mobilitas, masalah pendengaran lebih memilih untuk tinggal bersama satu sama lain," tuturnya.
Sebuah sumber mengatakan penerbangan New York-Mumbai dijadwalkan mendarat pada pukul 11.30 waktu setempat. Namun, pada Senin mendarat terlambat pada pukul 14.10.

Seorang staf di darat mengakui, sudah menjadi rahasia umum industri bahwa banyak penumpang yang mencari bantuan kursi roda, tetapi tidak memiliki masalah mobilitas apapun.
"Lebih dari satu dekade yang lalu, maskapai penerbangan, termasuk Air India mengenakan biaya untuk fasilitas kursi roda. Hanya mereka yang memiliki sertifikat medis yang diberikan kursi roda secara gratis. Kemudian karena adanya tekanan dari berbagai kalangan, maskapai penerbangan menghapuskan persyaratan sertifikat medis,” ungkap seorang pejabat senior maskapai penerbangan.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.