Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyapu hingga Keramas, Inilah 7 Pantangan Imlek yang Diyakini Bawa Sial

Nurul Amanah , Jurnalis-Sabtu, 10 Februari 2024 |07:11 WIB
Menyapu hingga Keramas, Inilah 7 Pantangan Imlek yang Diyakini Bawa Sial
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

5. Hindari keramas dan potong rambut

Rambut tidak boleh dicuci pada Hari Tahun Baru Imlek. Dalam Bahasa Mandarin, rambut (发, fa) memiliki pelafalan (dan karakter yang sama) dengan fa dalam facai (发财), yang berarti 'menjadi kaya'. Oleh karena itu, dianggap tidak baik untuk 'membasuh kekayaan' di awal tahun baru.

Sementara memotong rambut diyakini akan membawa kesialan bahkan menandakan kematian paman mereka (saudara ibu). Meski terdengar tak masuk akal, masyarakat masih memercayai tradisi ini.

Keramas

(Foto: Freepik)

6. Dilarang menjahit

Wanita tidak menjahit apapun, bahkan menjahit kancing, dari hari pertama hingga hari kelima di tahun baru. Jika dilakukan, tahun yang akan datang akan menjadi 'tahun yang sulit' (dengan banyak jahitan).

Dalam beberapa takhayul Tahun Baru Imlek, wanita tidak boleh menjahit karena dapat menimbulkan pertengkaran tidak perlu dengan anggota keluarga atau tetangga.

Barang Pecah

(Foto: Unsplash)

7. Jangan sampai memecahkan barang

Jangan memecahkan mangkuk, piring, gelas, vas, atau cermin selama Imlek karena dianggap sebagai pembawa nasib buruk, kehilangan uang, atau kehancuran keluarga.

Jika ada yang pecah secara tidak sengaja, orang biasanya menggunakan kertas merah untuk membungkus pecahannya, lalu mengucapkan 'Sui sui ping'an' yang artinya 'selamat dan sehat sepanjang tahun'. Dalam bahasa Mandarin, 碎 (sui, artinya 'rusak') dan 岁 (sui, artinya 'tahun') terdengar sama.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement