LIBUR panjang Imlek dan Isra Miraj diprediksi akan membuat mobilitas masyarakat yang hendak liburan menjadi tinggi. Guna menghindari kemacetan, banyak yang memilih melakukan perjalanan malam hari, lah emangnya boleh?
Waktu malam hari biasanya dipilih banyak orang untuk memulai perjalanan karena dinilai lebih nyaman dan jalan dianggap sepi.
Kondisi cuaca yang tidak terik akibat paparan sinar matahari dirasa membuat perjalanan lebih menyenangkan.
Terkait hal ini, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, berkendara di malam hari dapat menimbulkan risiko besar hingga menyebabkan kecelakaan fatal.
“Pilih waktu perjalanan saat kondisi terang. Ini akan membuat visibilitas lebih luas dan tidak mengganggu siklus tubuh. Mencari tempat peristirahatan atau bantuan dalam kondisi darurat juga lebih mudah,” kata Sony kepada MNC Portal.
Memilih waktu perjalanan di malam hari juga dianggap dapat menghindari kepadatan lalu lintas. Padahal, di momen libur panjang akan dipadati kendaraan karena semua orang melakukan perjalanan untuk menuju ke sejumlah destinasi wisata.
“Ada anggapan kalau perjalanan malam lebih nyaman, tidak juga karena mata akan bekerja keras jadi lebih capek. Kalau alasannya menghindari kemacetan, pasti pagi, siang, sore, atau malam akan padat,” kata dia.