MAKANAN yang sumbernya kurang baik dan diolah dengan cara yang tepat, sekalipun masakan rumahan tetap berpotensi berbahaya untuk kesehatan. Bahkan makanan yang diolah di rumah ternyata menjadi hidangan yang paling sering membuat anak keracunan.
Data dari KLB Keracunan Pangan Tahun 2018 Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan masakan rumah tangga menduduki posisi pertama tempat pengelolaan makanan paling beracun dengan persentase sebanyak 28 persen. Hal serupa juga terjadi pada jasa boga atau katering.
BACA JUGA:
“Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman, tapi memegang peranan yang cukup tinggi,” kata dr. Yoga Devaera, Kepala Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI-RSCM dalam seminar Food Safety: Safe Food Now for Better Tomorrow, baru-baru ini.
(Foto: Kemenkes RI)
“Berarti ada yang salah dalam pengelolaan pangan di rumah masing-masing,” tambahnya.