TUBERKULOSIS atau TB adalah penyakit menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Seseorang yang menderita TB akan mengalami batuk kronik.
Salah satu cara penyembuhannya adalah pasien harus rutin minum obat selama berbulan-bulan. Lantas bagaimana kalau pasien tersebut alergi obat?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan obat TB yang biasa diberikan kepada pasien adalah Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, dan Pirasinamid. Biasanya obat tersebut akan memberi reaksi gatal dan kemerahan pada pasien.
“Bahkan kemerahannya meluas bukan hanya di tangan dan kaki, tapi juga di perut, di punggung, dan di banyak permukaan tubuh. Tidak hanya itu, pasien juga bisa merasa tidak nyaman bahkan sesak,” ujar dr Erlina seperti dikutip dari X @erlinaburhan, Senin (22/1/2024).
