MASKAPAI penerbangan berbiaya rendah asal India, IndiGo, dikenakan denda sebesar USD144.000 atau setara Rp2,2 miliar lantaran membiarkan para penumpangnya makan malam di tarmac sambil menunggu penerbangan yang tertunda di Bandara Mumbai.
Tarmac merupakan jalur atau jalan yang digunakan oleh pesawat untuk bergerak di antara landasan pacu (runway) dan area parkir pesawat (apron).
Melansir dari Vietnam Express denda tersebut dijatuhkan oleh Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil, yang mengawasi keselamatan para pelancong udara.
(Foto: vnexpress.net)
Denda ini merupakan denda tertinggi yang dikenakan pada sebuah maskapai penerbangan India dalam beberapa tahun terakhir, India Times melaporkan.
Sementara Bandara Mumbai juga didenda sebesar USD36.000 atau setara Rp562 juta karena tidak melaporkan insiden tersebut kepada Biro Keamanan Penerbangan Sipil.
Pada 14 Januari 2024 lalu, sebuah penerbangan Indigo dari Goa ke Delhi terpaksa dialihkan dan mendarat di Mumbai ketika kabut menyebabkan jarak pandang yang terbatas.
Sambil menunggu pesawat lepas landas kembali, para penumpang diizinkan untuk turun dari pesawat, dan banyak yang duduk untuk makan di landasan.
Sebuah video menjadi viral di media sosial, yang menangkap pemandangan para penumpang yang duduk di landasan pacu bandara, berbagi makanan, menggunakan telepon genggam, dan bersantai di samping pesawat IndiGo.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para pelanggan kami dan saat ini tengah menyelidiki insiden ini," ujar IndiGo dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilaporkan oleh New Delhi Television.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan," tutupnya.
Tahun lalu, American Airlines juga didenda sebesar USD4,1 juta atau sekitar Rp64 miliar karena melanggar peraturan keselamatan penerbangan dengan membiarkan ribuan penumpang duduk di landasan selama berjam-jam.
(Rizka Diputra)