Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gawat! Hiu Terancam Punah karena Marak Disajikan di Restoran, Peneliti Ungkap Faktanya

Khansa Azzyati Qisthina , Jurnalis-Senin, 15 Januari 2024 |18:01 WIB
Gawat! Hiu Terancam Punah karena Marak Disajikan di Restoran, Peneliti Ungkap Faktanya
Hiu (Foto: Pexels)
A
A
A

Kematian tersebut terjadi di beberapa wilayah seperti Coral Triangle yang mencakup Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, dan Filipina.

Para peneliti menemukan bahwa enam negara bertanggung jawab atas setengah dari seluruh kematian hiu. Indonesia sendiri bertanggung jawab atas 19 persen kematian tersebut.

“Kami menemukan bahwa meskipun terdapat banyak peraturan yang bertujuan untuk mengekang penangkapan ikan hiu yang berlebihan, jumlah total hiu yang dibunuh oleh perikanan setiap tahunnya tidak berkurang. Bahkan, jumlahnya sedikit meningkat,” kata Dr Darcy Bradley, salah satu penulis makalah ini seperti yang dikutip dari laman Daily Mail.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peraturan yang dirancang untuk membatasi penangkapan ikan hiu sebenarnya hanya memberikan insentif kepada nelayan. Nelayan bisa menemukan cara baru untuk mendapatkan keuntungan dari tangkapan hiu.

Tak lagi hanya bisa memanen siripnya saja, para nelayan hiu beradpatasi dengan menjual seluruh bangkainya. Hal ini mengakibatkan permintaan daging hiu, tulang rawan, dan minyak meningkat; mendorong peningkatan perdagangan global produk hiu.

Menurut WWF, nilai pasar daging hiu dan pari telah membengkak pada tahun 2022 1,5 miliar dolar atau 23 triliun rupiah menjadi 2,6 miliar dolar setara dengan 40 triliun rupiah pada tahun 2019.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement