Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Piramid Berusia Lebih 10 Ribu Tahun di Bawah Laut Jepang, Atlantis yang Hilang?

Khansa Azzyati Qisthina , Jurnalis-Selasa, 26 Desember 2023 |08:33 WIB
Misteri Piramid Berusia Lebih 10 Ribu Tahun di Bawah Laut Jepang, Atlantis yang Hilang?
Piramid Yonaguni di bawah laut Jepang yang masih menyisakan misteri (Foto: Efe Mentese)
A
A
A

PERAIRAN sekitar Pulau Yonaguni di Jepang menyimpan reruntuhan kota berusia lebih 10.000 tahun. Reruntuhan yang menjulang tinggi itu diyakini dibangun oleh peradaban yang hilang.

Keajaiban bawah laut ini terdiri dari monumen bertumpuk membentuk piramida. Bersama dengan struktur yang menyerupai sisa-sisa kastil, kuil, dan stadion.

"Struktur tersebar terlihat seperti piramida berundak monolitik yang rumit dan menjulang dari kedalaman 25 meter atau 82 kaki," ungkap ahli biologi kelautan, Masaaki Kimura, mengutip Indy100.

Saat itu, Kimura telah memetakan bangunan aneh tersebut selama lebih dari 15 tahun. Setiap kali menyelam untuk melihatnya, ia menjadi semakin yakin bahwa bangunan tersebut adalah bagian dari kota kuno.

Monumen Yonaguni

(Foto: dok. Frank Engel)

Menurut laporan BBC, ia dan yang lainnya berpendapat bahwa pulau tersebut mungkin dibangun oleh masyarakat Jomon di negara tersebut.

Masyarakat Jomon adalah para pemburu pengumpul yang mendiami pulau tersebut sejak tahun 12.000 SM. Namun, tidak semua orang yakin dengan gagasan tentang 'Atlantis Jepang'.

Robert Schoch, seorang profesor di Universitas Boston, AS, yang telah menjelajahi situs tersebut sendiri, mengatakan bahwa ia yakin monumen itu bukan buatan manusia.

"Ini adalah geologi dasar dan stratigrafi klasik untuk batupasir, yang cenderung pecah di sepanjang bidang dan menghasilkan tepian yang sangat lurus. Terutama, di daerah dengan banyak patahan dan aktivitas tektonik,” jelas Robert.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement