Dokter Mohammad Qandeel hanya bermodal perlengkapan seadanya dan fitur senter yang ada di ponsel agar bisa melakukan operasi dengan baik. Sedihnya Raneem Hejazi sama sekali tidak dibius selama operasi caesar berlangsung.
Jadi bayangkan rasa sakit yang ditanggung olehnya. Dengan badan yang sudah sebagian hancur, Raneem Hejazi masih harus menahan sakit yang sangat luar biasa ketika operasi caesar dijalankan.
Dokter Amputasi Kaki Anaknya Tanpa Obat Bius
Media sosial juga dihebohkan dengan aksi seorang dokter di Gaza yang harus mengamputasi kaki anaknya sendiri tanpa menggunakan obat bius. Diduga sang dokter kehabisan anestesi dan terhambatnya bantuan obat-obatan.
Sehingga, sang dokter harus melakukan tindakan bedah tersebut tanpa obat bius. Dengan hati yang hancur dia melakukan operasi tersebut. Nahas, nyawa sang anak tak dapat tertolong lantaran rasa sakit yang harus dia derita saat melakukan amputasi tersebut.
Dokter yang tak diketahui identitasnya itu pun hanya bisa menangis menyaksikan kepedihan yang dirasakan sang anak. Nampak beberapa tenaga medis lainnya menguatkan sang dokter setelah kematian anaknya.
Para Perempuan Gaza Harus Konsumsi Obat Penahan Haid
Para perempuan di Gaza terpaksa mengonsumsi pil penunda menstruasi akibat langkanya pembalut dan air bersih. Hal tersebut adalah dampak dari serangan Israel yang terus berlanjut hingga saat ini.
Mengutip dari Al Jazeera, kondisi tempat tinggal di Gaza, Palestina saat ini sangat padat, kurang akses terhadap air dan produk menstruasi seperti pembalut atau tampon. Dengan demikian, mau tidak mau para perempuan di sana mengonsumsi tablet norethisterone.