Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Orangtua Ajak Balita Mendaki Gunung, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Anak

Devi Pattricia , Jurnalis-Senin, 18 Desember 2023 |21:30 WIB
Viral Orangtua Ajak Balita Mendaki Gunung, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Anak
Risiko membawa balita naik gunung. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PASANGAN suami istri yang mengajak sang buah hati yang diduga masih balita menjadi viral. Banyak masyarakat yang menyayangkan keputusan pasangan tersebut, sebab mendaki gunung adalah aktivitas ekstrim yang dapat membahayakan si kecil.

Menanggapi viralnya konten tersebut, dokter sekaligus ahli epidemiologi dr. Dicky Budiman menyatakan bahwa dirinya tak menyarankan membawa anak yang berusia di bawah dua tahun untuk ikut sang orangtua mendaki gunung. Apalagi jika anak dalam kondisi yang kurang sehat, hal ini akan mendatangkan penyakit pada anak.

“Pastikan anak dalam kondisi yang sehat, kalau anak dibawah dua tahun saya tidak menganjurkan untuk dibawa mendaki. Sebab kondisi alam kita belum banyak yang siap,” kata dr. Dicky ke MNC Portal Indonesia, Minggu 17 Desember 2023.

Di sisi lain dr. Dicky juga berpesan untuk para orangtua, jangan hanya karena ego orangtua yang sangat ingin mencoba mendaki gunung, sehingga rela membahayakan kesehatan anak.

anak kecil ikut mendaki gunung

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk membawa anak traveling mendaki gunung. Dokter Dicky juga menjelaskan apabila si kecil memiliki gangguan saluran nafas, penyakit yang memungkinkan akan terjadi yakni otalgia atau nyeri pada telinga anak.

“Karena yang dominan yang terjadi pada anak ketika mendaki gunung itu otalgia. Otalgia ini gangguan di telinga, apalagi kalau ada infeksi saluran telinga atau nafas, seperti flu yang menyebabkan anak tidak nyaman di telinganya,” katanya.

Lebih lanjut, tidak semua anak-anak mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada sang orangtua. Sehingga hal ini juga perlu menjadi perhatian para orangtua untuk lebih memperhatikan kesiapan sang buah hati khususnya untuk mengikuti kegiatan yang ekstrim seperti mendaki gunung.

Tak hanya pada orang dewasa, dr. Dicky juga mengungkapkan penyakit altitude illness juga memungkinkan terjadi pada anak. Altitude illness merupakan tekanan fisik yang terjadi akibat kurangnya oksigen yang cukup pada daerah dataran tinggi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement