POLUSI udara di Jakarta parah hari ini. Tampak polusi udara begitu tebal seperti kabut.
"Namun ini pure polusi udara! Wear your Mask!!," ujar seorang netizen @pakindro dalam keterangan foto polusi udara Jakarta yang diambilnya.
Lalu apa saja bahaya polusi udara?
Dikutip dari Siloam Hospitals, polusi udara bisa menyebabkan penyakit atau gangguan pada sistem pernapasan, seperti paru-paru. Namun tak hanya itu, bahaya polusi udara juga bisa berdampak pada organ tubuh lain, berikut masing-masing penjelasannya.

1. Batuk
Polusi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan, sehingga memicu beberapa masalah kesehatan seperti mengi, pilek, sesak napas, batuk-batuk, dan napas pendek. Batuk terjadi karena adanya polutan yang masuk ke dalam sistem pernapasan bagian atas, sehingga memicu respon tubuh untuk mengeluarkan partikel tersebut.
BACA JUGA:
2. Gangguan Mata
Polusi udara bisa menyebabkan masalah pada mata orang yang terpapar, seperti konjungtivitis, sindrom mata kering, bahkan glaukoma.
Untuk mencegah hal ini, gunakan kacamata atau pelindung mata ketika menjalani aktivitas di luar, terutama di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Jika memiliki mata yang sensitif, usahakan untuk selalu menyediakan obat tetes mata dan hindari menyentuh mata terlalu sering.
3. Asma
Asma adalah peradangan paru kronis yang dapat mengakibatkan saluran napas menyempit sehingga menimbulkan rasa sesak pada dada, mengi, dan batuk-batuk.
Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan serangan asma lebih sering terjadi. Kondisi ini terbilang cukup serius, karena jika tidak segera diatasi dapat berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian.
4. Kanker Paru-Paru
Meski sering terkait dengan kebiasaan merokok, kanker paru-paru juga menjadi salah satu dampak polusi udara yang perlu diwaspadai. Hal ini bisa terjadi akibat paparan debu dan partikel ozon yang terkandung dalam polusi udara yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
5. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) adalah jenis penyakit paru kronis yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas dalam jangka panjang. PPOK bisa terjadi akibat tubuh sering menghirup polutan serta asap rokok secara terus-menerus.
Meskipun memiliki gejala yang mirip, PPOK dan asma adalah dua kondisi yang berbeda. Asma adalah obstruksi saluran pernapasan yang bersifat reversibel, menyebabkan mengi, dan sensasi terikat di dada. Sedangkan PPOK bersifat progresif dan irreversibel, gejala bersifat konstan berupa sesak napas, dan batuk yang disertai dahak.