Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Handuk Bisa Kotor padahal Dipakai Sesudah Mandi

Cita Zenitha , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |15:15 WIB
Ini Alasan Handuk Bisa Kotor padahal Dipakai Sesudah Mandi
Ilustrasi handuk (Foto: Irish Miror)
A
A
A

MENGULIK alasan handuk bisa kotor padahal dipakai sesudah mandi. Walaupun begitu, handuk adalah salah satu media yang disukai bakteri, jamur, dan mikroba lainnya untuk berkembangbiak.

Apalagi handuk yang lembap, basah, dan tidak kering sempurna akan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur.

Lantas, apa alasan handuk bisa kotor padahal dipakai sesudah mandi?

Melansir Edurev, Kamis (26/10/23) handuk bisa kotor padahal dipakai sesudah mandi karena handuk menyerap air sisa air, membersihkan sel kulit mati, bakteri, dan minyak yang masih menempel di tubuh.

Handuk

Tubuh secara alami mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit. Keringat mengandung garam dan zat lain yang kemudian di transfer ke handuk sesudah mandi. Selain keringat, tubuh juga menghasilkan sel kulit mati dan bakter.

Sabun menghilangkan keringat, sel kulit mati, dan bakteri yang menumpuk pada kulit. Kemudian air mengalir membersihkan semua kotoran tersebut.

Namun, sabun tidak dapat menghilangkan semua kotoran itu sepenuhnya. Oleh karena itu, ketika mengeringkan tubuh menggunakan handuk, sisa kotoran akan menempel pada handuk.

Selain itu, banyak orang tidak membersihkan tubuhnya dengan benar ketika mandi. Sehingga ketika mengeringkan tubuh dengan handuk, mereka menggosokkan sisa kotoran tubuh ke handuk.

Handuk juga dapat bersentuhan dengan sumber kotoran dan bakteri lain, seperti dinding atau permukaan lain di kamar mandi. Seiring waktu, kotoran akan menumpuk dan membuat handuk tampak kotor dan bahkan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

Frekuensi mencuci handuk juga mempengaruhi tingkat kebersihan mereka. Penelitian seorang mikrobiolog dari University of Arizona menunjukkan bahwa hampir 90% handuk terkontaminasi bakteri coliform dan sekitar 14% mengandung Escherichia coli.

Jumlah bakteri E. coli ini berkorelasi dengan seberapa sering handuk dicuci. Oleh karena itu, penting untuk mencuci handuk secara teratur, terutama jika memiliki anak-anak kecil di rumah.

Meskipun kemungkinannya kecil, terdapat risiko tertentu terkait penggunaan handuk kotor. Luka di kulit memungkinkan masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dari handuk dan potensi terinfeksi.

Beberapa infeksi seperti MRSA (Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik) dapat ditularkan melalui handuk yang lembab atau basah. Menjaga kebersihan handuk dengan mencucinya secara teratur menggunakan air panas dan deterjen efektif membantu mengurangi risiko infeksi kulit.

Demikian alasan handuk bisa kotor padahal dipakai sesudah mandi.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement