SEBERAPA sering Anda mengganti handuk? Seminggu sekali. sebulan sekali, atau jarang dicuci sama sekali? Ini saatnya Anda mengetahui kapan sebaiknya handuk segera dicuci dan menggantinya dengan handuk bersih.
Profesor Philip Tierno, ahli kesehatan, menyarankan handuk perlu dicuci secara teratur untuk membunuh bakteri, jamur, kulit mati, dan cairan urin yang bisa saja terdapat di dalamnya.
"Intinya, berhati-hatilah dan sadari. Sebuah handuk basah bisa menjadi tempat yang bertumbuh. Bila ada bau yang datang dari handuk, di mana pun ada bau, ada mikroba yang bisa tumbuh, sehingga harus dicuci," jelasnya.
Profesor Tierno mengatakan, sulit untuk menilai apakah mikroba yang tumbuh pada handuk berbahaya atau tidak.
Kebanyakan kuman yang ada di rumah, biasanya tidak begitu berbahaya bagi kesehatan. Namun, mereka yang berbagi handuk satu sama lain memiliki risiko kesehatan yang lebih besar.
Berbagi handuk bisa menyebabkan kontak organisme yang disebabkan oleh bakteri tertentu. Profesor mengatakan, bakteri staphylococcus aureus ini menyebabkan rasa mendidih, jerawat, atau infeksi. Bisa dikatakan, handuk merupakan tempat terjadinya perkembangan bakteri dan mikroba.
Bila handuk sudah tidak nyaman dipakai, terutama menimbulkan bau, itulah saatnya Anda perlu mencuci dan mengganti handuk yang bersih. Ini perlu dilakukan, agar kulit Anda terhindar dari iritasi kulit yang mungkin saja terjadi sewaktu-waktu. Demikian dikutip dari laman Express, Jumat (6/1/2017).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.