Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksperimen Ini Buktikan Handuk Bersih pun Punya Banyak Bakteri

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Minggu, 27 September 2020 |01:33 WIB
Eksperimen Ini Buktikan Handuk Bersih pun Punya Banyak Bakteri
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

APA yang kita anggap bersih, tidak selalu nampak seperti yang terlihat. Bisa jadi, handuk yang sudah kita cuci pun ternyata masih menggandung banyak kotoran.

Seorang YouTuber dan juara Nerf, Jared Guynes pun berbagi pengalamannya kala melakukan eksperimen. Awalnya dia mengambil koleksi handuk bersih yang dicuci dan dilipat dalam lemari linen. Istri Jared kemudian mengambil handuk bersih dan menaruhnya di bak mandi untuk direndam semalaman dalam campuran soda kue, boraks, dan air bersih panas.

Hasilnya sangat mengejutkan, air yang digunakan untuk merendam handuk berubah menjadi cokelat kehitaman keesokan harinya. Pasangan yang berasal dari Texas itu kemudian menjelaskan bagaimana handuk bersih dari mesin cuci masih bisa mengandung begitu banyak kotoran.

Handuk

"Kisah yang dia ceritakan kepada saya adalah bahwa selama bertahun-tahun penggunaan sabun dan deterjen dalam jumlah mikroskopis dapat mengunci serat-serat handuk. Selanjutnya, bahan itu akan lengket dan juga bisa menjebak sejumlah kecil kotoran, dan bakteri, bahkan setelah melalui mesin cuci dengan deterjen,” tulis Jared, melansir dari VT.

Setelah melihat orang lain melakukannya, dia pun memutuskan untuk melakukan eksperimen pada handuknya di bak mandi. "Handuk di rumah, tidak peduli seberapa bersihnya ternyata mereka seburuk ini juga,” lanjutnya.

Baca Selengkapnya: Dicuci Pakai Deterjen, Ternyata Handuk Tak Sebersih Penampakannya

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement